ARTIKEL PEMUDA INDONESIA "PEMUDA HARAPAN BANGSA"

Hai para pemuda, bagaimana keadaan kalian saat ini? Apakah kalian masih dalam keadaan baik atau sekarang sedang  mengalami masa keterpurukan??

Mendengar kata pemuda saya jadi ingat, sekitar 82 tahun yang lalu. Dimana para pemuda berjuang melawan dari kekejaman Belanda. Walaupun saya tidak mengalami atau melihat secara langsung bagaimana para pemuda indonesia yang antusias membela dan mempertahankan Indonesia. Dan akhirnya diikrarkannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 di Jakarta.  Lalu ingatkah kalian bagaimana bunyi naskah “Sumpah Pemuda”?

Ya benar, bunyinya : “kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah air Indonesia... kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia... kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”

Baru saja kita melakukan dan memperingati hari Sumpah pemuda. Tapi apa yang kalian lakukan saat bangsa kita sedang memperingati hari Sumpah Pemuda. Apakah hanya diam di rumah, ataukah mengukuti upacara di sekolah atau melakukan hal yang lain. Kalau kalian hanya duduk termenung dirumah kalian tentu mengalami kerugian besar. Tentunya banyak hal yang dapat kita lakukan selain duduk termenung. Bisa saja kalian mengikuti upacara di sekolah atau mungkin di lapangan kecamatan atau kabupaten. Jangan hanya diam, kita tinggal memperingati saja tidak perlu kita berjuang melawan Kolonial. Atau kalian juga bisa memerangi kemiskinan dengan cara belajar dengan giat (bagi kaum pelajar) , mencari pekerjaan (bagi pemuda yang telah menyelesaikan belajarnya) atau memulai dengan gebrakan-gebrakan usaha baru.

Selain memperingati hari Sumpah Pemuda kita juga memperingati Hari Pahlawan. Bicara tentang hari pahlawan, ada apa dengan hari pahlawan sampai diperingati? Tahukah kalian para pemuda, gelora bung tomo dalam memperjuangkan Indonesia khususnya daerah Surabaya. Belanda saat itu menjatuhkan martabat bangsa dan negara. Tetapi atas tekat dari sutomo (bung tomo) dan para arek-arek suroboyo yang lain, akhirnya bendera yang biasa berkibar adalah bendera Belanda (merah putih  biru) saat itu juga di sobek dan diganti dengan bendera merah putih (bendera Indonesia). Dan dengan gagah bendera merah putih bisa berkibar di Hotel Yamato atau Hotel Oranye di daerah Surabaya.

Membahas masalah pemuda tidak lepas dari perjuangan pada zaman duhulu. Dahulu yang mengikrarkan Sumpah Pemuda adalah para pemuda, yang berkorban demi bangsa adalah pemuda, yang mendorong agar Pemerintah Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia adalah pemuda. Sungguh besar jasa pemuda pada masa itu. Dan saat ini kita, sebagai pemuda Indonesia harus mengisi dan melanjutkan apa yang dicita-citakan oleh pelopor, pejuang dan pencetus di eranya.

Namun saya melihat kondisi pemuda saat ini sangat menyedihkan, saya tahu masa muda adalah proses menuju kedewasaan. Rasa ingin tahu yang tinggi dalam hal asmara sampai sampai rasa ingin tahu terhadap hal yang bergesekan hukum dan aturan aturan. Banyaknya aplikasi sosial media dan canggihnya informasi masa kini membuat para pemuda terlena. Banyak blog dan situs sosial yang merusak jati diri pemuda. Lihatlah para pemuda, bagaimana keberadaan sosial media merusak kalian. Apakah kalian sadar tentang hal ini?

Saat ini para pemuda juga mengalami degradasi moral, terlena akan kesenangan dunia luar yang menyesatkan pandangan mereka. Sekarang pemuda tidak lagi mengikuti tatanan pelajar yang bermoral dan berbudi pekerti luhur. Mereka menganggap bahwa status sosial lebih penting dibandingkan dengan keadaan ekonomi mereka. Banyak pemuda yang suka berhura - hura mengikuti trend masa kini tetapi masih menggunakan uang orang tua mereka. Mereka tidak peduli, susahnya orang tua mereka mencari uang walau hanya 1 rupiah. Yang mereka pentingkan adalah meminta kepada orang tua mereka. Susah payah orang tua mereka mencari uang tetapi mereka membuang buangnya untuk hal yang tidak bermanfaat. Sungguh tragis sekali.

Lalu bagaimana keadaan Indonesia 10 tahun yang akan datang???

Apakah semakin suram dari yang sekarang? Ataukah ada sedikit perubahan?

Ingatlah para pemuda, kalian harapan bangsa ini kelak. Dimasa ini, harkat dan martabat bangsa ada di tangan kalian. Selagi masih ada waktu gunakan lah waktu kalian untuk hal bermanfaat, bukan hanya sekedar berfoya - foya menghambur - hamburkan uang. Lebih baik uang itu ditabung, sebagai bekal di masa depan kalian. Dimasa ini kalian berada di dalam usia produktif dan bisa lebih kreatif, dimasa ini pula banyak perusahaan yang membutuhkan kalian. Jadi gunakanlah masa mudamu dengan hal yang bermanfaat. Jangan mudah terpengaruh dengan budaya hidup orang barat yang mengutamakan kemewahan di atas segalanya.

Kita lihat dahulu jepang di bom atom oleh tentara Sekutu tepatnya di wilayah Hiroshima dan Nagasaki. Wilayah dan rakyat jepang hancur lebur. Meskipun wilayah dan rakyat Jepang mengalami kehancuran luar biasa, karena karakter serta para pemudanya tetap terjaga dan bersemangat maka dalam waktu relatif singkat bangsa Jepang dapat bangkit, bahkan kini menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Tulang punggung kebangkitan bangsa Jepang itu adalah para pemuda.

Bagi bangsa-bangsa yang mengalami kehancuran karakter, terutama karakter pemudanya maka akan hancur pula masa depan dan peradaban bangsa itu. Selama matahari masih terbit dari arah timur, selama bumi ini masih dihuni manusia, selama karakter bangsa Indonesia masih terjaga, dan selama pemuda masih tampil di garda terdepan dalam pembangunan bangsa, selama itu pula NKRI tetap jaya, abadi selama-lamanya. Insyaa Allah.

Mulai sekarang marilah kita berubah...

Yang sudah baik dalam akhlak, budi pekerti dan moral tetap ditingkatkan. Dan jika dalam keadaan yang tidak baik, segera diperbaiki akhlak, budi pekerti dan moralnya. Mari kita buat Indonesia di tahun 2016 lebih makmur dan sejahtera bersama pemuda yang kreatif , arif dan bijaksana dalam segala hal.

Sebuah catatan yang berindikasi kekesalan, kritis dan solutif bagi masa depan pemuda. Kesadaran akan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan daerah mungkin perlu pendalaman sendiri bagi pemerintah. Dimana pemuda adalah pelopor pembangunan, pemuda adalah benteng terdepan dalam memperjuangkan cita-cita bangsa, pemuda adalah pelaku suatu perubahan dan pemuda adalah generasi masa depan harapan bangsa yang didalamnya termasuk harapan masa depan.

Jadi pada akhir tulisan ini saya ingin mengajak teman-teman Pemuda dan Pemudi untuk bangkit, jadilah yang terdepan bukan terbelakang, jadilah kepala bukan ekor, jadilah pemain bukan penonton, jadilah playmaker bukan troublemaker, jadilah calon pemimpin berkarakter untuk masa depan. “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu pemuda dapat mengubah indonesia”. Sesuai dengan moto pemerintah dan keinginan kita bersama “REVOLUSI MENTAL”. Itu yang perlu kita lakukan saat ini bagi Pemuda dan Pemudi.

Tetap berjuang para pemuda Indonesia.

Tidak usah banyak bicara, teruslah bekerja keras.

Masa depan Indonesia ada di tangan kalian.

BANGUN PEMUDI PEMUDA INDONESIA

LENGAN BAJUMU SINGSINGKAN UNTUK NEGARA

MASA YANG AKAN DATANG KEWAJIBANMU

MENJADI TANGGUNGANMU TERHADAP NUSA DAN BANGSA....

Komentar